- Hakikat Takwa :
- Merupakan konsekuensi logis dari keimanan yang kokoh yang dipupuk dengan Muroqobatullah, merasa takut pada murka dan azabnya dan selalu berharap atas limpahan karunia dan Ma;rifah Nya.
- Takwa adalah hendaklah Allah tidak melihat kamu berada dalam larangan-larangan Nya dan tidak kehilangan kamu di dalam perintahnya.
- Takwa yaitu mencegah diri dari azab Allah dengan berbuat amal sholeh dan takut kepada-Nya dikala sepi aupun terang-terangan.
- Takwa adalah hendaknya kamu berbuat dengan taat kepada Allah, berada diatas cahaya Allah, mengharap pahala Allah, meninggalkan kedurhakaan kepada Allah berdasarkan cahaya Nya dan takut terhadap siksanya.
- Balasan bagi orang-orang yang bertakwa :
- Diberikan furqon dan diampuni dosanya (QS Al-Anfal : 29)
- Diberikan rahmat dan cahaya hidayah dari Allah (QS Al-Hadid : 28)
- Diberikan jalan keluar dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka (QS At-Thalaq : 2-3)
- Dimudahkan oleh Allah segala urusan (QS At-Thalaq : 4)
- Ditutupi kesalahannya dan akan dilipat gandakan pahala baginya oleh Allah (QS At-Thalaq : 5)
- Mendapatkan berkah dari Allah (QS Al-A'raf : 96)
Takwa
Diposting oleh
Indrie yasmin
di
12.35
Selasa, 31 Januari 2012
Ma'rifatullah
Diposting oleh
Indrie yasmin
di
15.26
Minggu, 29 Januari 2012
Ma’rifatullah
· Makna :
1. Berasal dari kata Ma’rifah(mengenal) dan Allah
2. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal Nya lewat tanda-tanda kebesaran-Nya(ayat-ayat Nya)
· Pentingya mengenal Allah
1. Pasti akan tahu tujuan hidupnya, tujuan kenapa ia diciptakan (QS At-Tur : 56) dan tidak tertipu oleh dunia.
2. Ma’rifatullah merupakan ilmu tertinggi yang harus dipahami manusia (QS Al-Anam : 122)
3. Berilmu dengan Ma’rifatullah sangat penting karena :
a. Berhubungan dengan subyeknya (Allah)
b. Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan kemenangan.
· Islam untuk mengenal Allah
- Lewat akal
§ Ayat Kauniyah (Ayat Allah di alam ini)
1. Fenomena terjadinya alam (QS At-Tur : 35)
2. Fenomena kehendak yang tinggi (QS Al-Mulk : 3 ; QS Al-Imran : 190)
3. Fenomena kehidupan (QS An-Nur : 45 ; QS Al-Ankabut : 20 ; QS Al-Anbiya’ : 30 ; QS Al-Hajj : 73-74 ; QS Al-Ahqaf : 4)
4. Fenomena petunjuk dan ilham (QS Thaha : 50)
5. Fenomena pengabulan doa (QS Al-Anam : 63-64 ; QS Al-Isra’ : 67 ; QS Yunus : 22-23)
§ Ayat Qur’aniyah
1. Keindahan Al Qur’an (QS Al-Baqarah : 23)
2. Pemberitahuan tentang umat yang lampau (QS At-Taubah : 70)
3. Pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (QS Ar-Ruum : 1-3 ; QS Al-Anfal : 7 ; QS An-Nur : 55)
- Lewat Asmaul Husna
§ Allah sebagai Al-Khaliq (QS Ghafir : 62)
§ Allah sebagai pemberi riski (QS Fathir : 3 ; QS Hud : 6)
§ Allah sebagai pemilik (QS Al Baqarah : 284)
§ Dan sifat Allah lainnya (QS Al-Hasyr : 22-24)
· Hal-hal yang menghalangi Ma’rifatullah
- Kesombongan (QS Al-A’raf :146 ; QS Al-Furqon : 21)
- Zhalim (QS An-Nisa : 153)
- Bersandar pada panca indra (QS Al-Baqarah : 55)
- Dusta ( QS Al-A’raf : 176)
- Membatalkan janji dengan Allah (QS Al-Baqarah : 26-27)
- Lalai (QS Al-Anbiya’ : 1-3)
- Banyak berbuat maksiat
- Ragu-ragu (QS Al-Anam : 109-110)
Makna Basmallah
Diposting oleh
Indrie yasmin
di
14.45
Sabtu, 21 Januari 2012
- Makna Bismillah:
- Preposisi "Bi" = Aku memulai
- "Al-Ism" = nama, menunjuk pada sesuatu/person yang dinamai
- Allah = Nama Tuhan, berasal dari kata Al-Illah
- Bismillah memiliki dua makna:
- Sebagai kalimat izin
- sebagai kalimat pengakuan otoritas
- Makna Ar-Rahman ( Maha Pengasih )
- Merupakan rahmat Allah dalam bentuk sarana hidup dalam Qur'an surat Thaha : 5 dan Maryam :75
- Makna Ar-Rahim ( Maha Penyayang)
- Merupakan rahmat Allah dalam bentuk Petunjuk hidup ( QS Al-Hizb:43 dan QS At-Taubah:117 )
- Bismillah akan menghasilkan 3 kebaikan :
- Akan terjaga dari syetan
- Dengan menyebut nama Allah akan timbul pada dirinya sikap yang benar dan membawa dirinya ke arah yang benar
- Orang tersebut akan menerima pertolongan dan ridho Allah dan akan dilindungi dari godaan syetan
Syirik
Diposting oleh
Indrie yasmin
di
11.29
Rabu, 21 Desember 2011
- Syirik
- Pengertian : Perbuatan menyekutukan Allah swt, mengakui akan adanya Tuhan selain Allah swt dan menyejajarkan sesuatu dengan Allah swt.
- Orang yang menyekutukan Allah swt disebut Musyrik
- Dalil : Q.s An-Nisa : 48, Q.s Luqman : 13, Q.s Al-A'raf : 26-27, Q.s Al-Kahfi : 102, Q.s At-Taubah : 113
- Bentuk bentuk kemusyrikan :
- Alihah : suatu kepercayaan terhadap benda dan binatang yang menurut keyakinannya dapat memberikan manfaat serta dapat menolak bahaya
- Andad : suatu perkara yang dicintai dan dihormati melebihi cintanya kepada allah swt, sehingga dapat memalingkan seseorang dari melaksanakan ketaatan kepada Allah swt.
- Thaghut : orang-orang yang ditakuti atau ditaati seperti Allah swt bahkan melebihi rasa takut /taat kepada Allah swt walaupun keinginan dan perintahnya harus berbuat durhaka kepada-Nya
- Arbab : para pemuka agama yang suka memberikan fatwa atau nasihat yang menyalahi ketentuan Allah dan rosul kemudian ditaati oleh pengikutnya tanpa dikaji terlebih dahulu
KRITERIA JILBAB YANG BAIK
Diposting oleh
Indrie yasmin
di
12.11
Rabu, 16 November 2011
jilbab wanita muslimah
Perempuan wajib berjilbab sesuai Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59, yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin: “Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
KRITERIA JILBAB YANG BAIK
BUKAN SEBAGAI PERHIASAN
Ini berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam surat An-Nuur ayat 31, yang artinya: “Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka.” Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya.
Hal ini dikuatkan oleh Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 33, yang artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah.”
Juga berdasarkan sabda Nabi shalallohu ‘alahi wa sallam: “Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah kaum muslimin dan mendurhakai imamnya (penguasa) serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).
KAINNYA TIDAK TRANSPARAN
Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali tidak trasparan. Jika transparan, maka hanya akan mengundang fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda : “Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti punuk unta. Mukhtarah I/441).Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk.” (At-Thabrani Al-Mujamusshaghir : 232).Di dalam hadits lain terdapat tambahan yaitu : “Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR.Muslim).
HARUS LONGGAR (TIDAK KETAT) SEHINGGA TIDAK DAPAT MENGGAMBARKAN SESUATU DARI TUBUHNYA
Aisyah pernah berkata: ” Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya (Ibnu Sad VIII/71). Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju, khimar dan milhafah (mantel)” (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).
TIDAK DIBERI WEWANGIAN ATAU PARFUM
Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda: “Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)
TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI
Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).
Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shalallohu ‘alahi. wa sallam bersabda: “Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).” ( Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi).
Dalam hadits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya. Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.
TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA-WANITA KAFIR
Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya : “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Perempuan wajib berjilbab sesuai Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59, yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin: “Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
KRITERIA JILBAB YANG BAIK
BUKAN SEBAGAI PERHIASAN
Ini berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam surat An-Nuur ayat 31, yang artinya: “Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka.” Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya.
Hal ini dikuatkan oleh Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 33, yang artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah.”
Juga berdasarkan sabda Nabi shalallohu ‘alahi wa sallam: “Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah kaum muslimin dan mendurhakai imamnya (penguasa) serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).
KAINNYA TIDAK TRANSPARAN
Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali tidak trasparan. Jika transparan, maka hanya akan mengundang fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda : “Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti punuk unta. Mukhtarah I/441).Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk.” (At-Thabrani Al-Mujamusshaghir : 232).Di dalam hadits lain terdapat tambahan yaitu : “Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR.Muslim).
HARUS LONGGAR (TIDAK KETAT) SEHINGGA TIDAK DAPAT MENGGAMBARKAN SESUATU DARI TUBUHNYA
Aisyah pernah berkata: ” Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya (Ibnu Sad VIII/71). Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju, khimar dan milhafah (mantel)” (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).
TIDAK DIBERI WEWANGIAN ATAU PARFUM
Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda: “Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)
TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI
Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Dari Abu Hurairah berkata: “Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).
Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shalallohu ‘alahi. wa sallam bersabda: “Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).” ( Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi).
Dalam hadits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya. Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.
TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA-WANITA KAFIR
Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya : “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Ukhuwah Islamiyah
Diposting oleh
Indrie yasmin
di
12.08
Minggu, 16 Oktober 2011
Pengertian :
Persaudaraan sesama muslim yang dipengaruhi rasa cinta,kasih sayang dan rasa saling menghormati yang
dilandasi iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Dalil : Q.S Al-Hujarat ayat 10.
Cara menjaga Ukhuwah Islamiyah :
Persaudaraan sesama muslim yang dipengaruhi rasa cinta,kasih sayang dan rasa saling menghormati yang
dilandasi iman dan taqwa kepada Allah SWT.
Dalil : Q.S Al-Hujarat ayat 10.
Cara menjaga Ukhuwah Islamiyah :
- Memanjatkan doa untuk saudara-saudara kita biarpun saling berjauhan karena doa untuk saudara kita adalah doa untuk kita juga
- Jika berjumpa berikan senyuman dan muka yang manis serta ucapkan salam
- Berjabat tangan bila berjumpa(sesama jenis)
- Saling kunjung mengunjungi
- Mengucapakan selamat berkenaan dengan sukses yang diraihnya
- Memberikan hadiah pada saat-saat tertentu
- Menjenguk bila sakit
Langganan:
Postingan (Atom)
