Ma'rifatullah

Minggu, 29 Januari 2012
Ma’rifatullah

·         Makna :
1.    Berasal dari kata Ma’rifah(mengenal) dan Allah
2.    Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal Nya lewat tanda-tanda kebesaran-Nya(ayat-ayat Nya)

·         Pentingya mengenal Allah
1.    Pasti akan tahu tujuan hidupnya, tujuan kenapa ia diciptakan (QS At-Tur : 56) dan tidak tertipu oleh dunia.
2.    Ma’rifatullah merupakan ilmu tertinggi yang harus dipahami manusia (QS Al-Anam : 122)
3.    Berilmu dengan Ma’rifatullah sangat penting karena :
a.    Berhubungan dengan subyeknya (Allah)
b.    Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan kemenangan.

·         Islam untuk mengenal Allah
-       Lewat akal
§  Ayat Kauniyah (Ayat Allah di alam ini)
1.    Fenomena terjadinya alam (QS At-Tur : 35)
2.    Fenomena kehendak yang tinggi (QS Al-Mulk : 3 ; QS Al-Imran : 190)
3.    Fenomena kehidupan (QS An-Nur : 45 ; QS Al-Ankabut : 20 ; QS Al-Anbiya’ : 30 ; QS Al-Hajj : 73-74 ; QS Al-Ahqaf : 4)
4.    Fenomena petunjuk dan ilham (QS Thaha : 50)
5.    Fenomena pengabulan doa (QS Al-Anam : 63-64 ; QS Al-Isra’ : 67 ; QS Yunus : 22-23)
§  Ayat Qur’aniyah
1.    Keindahan Al Qur’an (QS Al-Baqarah : 23)
2.    Pemberitahuan tentang umat yang lampau (QS At-Taubah : 70)
3.    Pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (QS Ar-Ruum : 1-3 ; QS Al-Anfal : 7 ; QS An-Nur : 55)
-       Lewat Asmaul Husna
§  Allah sebagai Al-Khaliq (QS Ghafir : 62)
§  Allah sebagai pemberi riski (QS Fathir : 3 ; QS Hud : 6)
§  Allah sebagai pemilik (QS Al Baqarah : 284)
§  Dan sifat Allah lainnya (QS Al-Hasyr : 22-24)

·         Hal-hal yang menghalangi Ma’rifatullah
-       Kesombongan (QS Al-A’raf :146 ; QS Al-Furqon : 21)
-       Zhalim (QS An-Nisa : 153)
-       Bersandar pada panca indra (QS Al-Baqarah : 55)
-       Dusta ( QS Al-A’raf : 176)
-       Membatalkan janji dengan Allah (QS Al-Baqarah : 26-27)
-       Lalai (QS Al-Anbiya’ : 1-3)
-       Banyak berbuat maksiat
-       Ragu-ragu (QS Al-Anam : 109-110)

0 komentar:

Posting Komentar